Thursday, July 09, 2015

Mengenali Tabiat Nafsu Diri Manusia....


Tidakkah engkau melihat dan menelek nafsu dirimu... yang penuh dengan keaiban dan kekurangan...

وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ  [الذاريات: 21]

Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?

Az Zariyat : 21

Seorang yang yang dapat mengenali kejahilan, kezaliman, aib, kekurangan, pergantungan, kefaqiran, kehinaan, kemiskinan dan serba tidak ada pada dirinya...pasti akan kembali kepada Tuhannya...Rabbul Izzati...

Di antara  sifat perangai nafsu manusia ...

1. Lemah ( ضعيف )
قال تعالى (.. وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا ) [النساء: 28]

...dan manusia dijadikan bersifat lemah.

An Nisa' : 28
.
Manusia pada hakikatnya sangat lemah....ketika lahir..di sepanjang kehidupannya ...sehinggalah saat kematiannya. Namun ia sering buta dengan kelemahannya sehingga ia sombong tidak mahu bergantung hatinya pada Allah...Penciptanya...

2. Engkar degil  ( جحود )


Manusia memang sering engkar..degil..dan tidak mengenang kebaikan...

 .. يقول الرسول  أنه لما أتى آدم ملك الموت ".. قال له آدم: قد تعجلت قد كُتِبَ لي ألف سنة، قال: بلى، ولكنك جعلت لابنك داود ستين سنة. فجحد فجحدت ذريته، ونسي فنسيت ذريته فمن يومئذ أمر بالكتاب والشهود" 
[رواه الترمذي وصححه الألباني، صحيح الجامع (5209)]

Rasulullah SAW menceritakan ketika malaikat maut datang menemui Adam AS : " Kemudian malaikat maut datang kepadanya dan Adam berkata kepadanya; engkau telah terburu-buru, telah dituliskan untukku umur seribu tahun. Malaikat tersebut berkata; benar, akan tetapi engkau telah memberikan enam puluh tahun untuk anakmu Daud. Kemudian Adam mengingkari dan anak keturunannya pun mengingkari, ia lupa dan anak keturunannya pun lupa. Baginda bersabda: " Maka dari saat itu ia diperintahkan untuk menulis dan mendatangkan saksi "..

HR Tirmizi

وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْبِهِ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُ مَرَّ كَأَنْ لَمْ يَدْعُنَا إِلَى ضُرٍّ مَسَّهُ كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ}
 [يونس: 12] 

Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.

Yunus : 12

Apabila dirasakan dengan ujian kesusahan, dia akan berdoa bersungguh-sungguh sepenuh hati..tapi bila Allah ta'ala melepaskan kesusahan itu, lantas ia lupa apa yang telah berlaku dan tidak bersyukur padaNya.

3. Kecewa ( يؤس )

وَلَئِنْ أَذَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنَّا رَحْمَةً ثُمَّ نَزَعْنَاهَا مِنْهُ إِنَّهُ لَيَئُوسٌ كَفُورٌ [هود: 9]

Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih.

Hud : 9


Nafsu manusia cepat kecewa dan putus asa bila mana mengalami kegagalan.

وَإِذَا أَنْعَمْنَا عَلَى الْإِنْسَانِ أَعْرَضَ وَنَأَى بِجَانِبِهِ وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ كَانَ يَئُوسًا} [الإسراء: 83] 

Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa.

Al Isra' : 83

.. فإذا أنعَم الله على الإنسان بنعمة فَرِحَ بها وأعرض عن ربِّه 
...apabila Allah berikan nikmat kejayaan , ..ia akan rasa gembira tapi berpaling daripada Dia..

4. Kufur  ( كفور )

وهي من أكثر الصفات التي وردت في القرآن عن الإنسان، قال تعالى 
Inilah sifat manusia yang paling banyak diulang-ulang di dalam Al Quran....

.. وَإِنَّا إِذَا أَذَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنَّا رَحْمَةً فَرِحَ بِهَا وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ فَإِنَّ الْإِنْسَانَ كَفُورٌ  [الشورى: 48] 

Sesungguhnya apabila Kami merasakan kepada manusia sesuatu rahmat dari Kami dia bergembira ria karena rahmat itu. Dan jika mereka ditimpa kesusahan disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri (niscaya mereka ingkar) karena sesungguhnya manusia itu amat ingkar (kepada nikmat).

Syura : 48



5. Zalim  ( ظلوم )
 
Manusia begitu banyak menzalimi dirinya sendiri. Ia tahu jalan kebenaran dan petunjuk ...namun nafsu syahwat menjadikan ia buta lantas cenderung jalan penyelewengan dan kesesatan..

وَآَتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ
[إبراهيم: 34]

Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).

Ibrahim : 34




Di antara  sifat perangai nafsu manusia lagi ...


6. Jahil  ( جهول )

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا} [الأحزاب: 72]

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,

Al Ahzab : 72

Biar pun manusia belajar ilmu dan pengetahuan...tetapi aqal dan hatinya sering ditutupi kegelapan nafsunya sendiri. Menjadikan manusia sering tenggelam dengan kerosakan akibat perbuatan mereka sendiri.



 .. وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ (6) يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآَخِرَةِ هُمْ غَافِلُو(7) 
 [الروم: 6,7] 

...., tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.(6) Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai(7)

Ar Rum : 6-7

Sebsar-besar kejahilan manusia ialah kejahilannya dalam mengenali Tuhan Penciptanya...kejahilan memahami tuntutan dan tanggung jawabnya sebagai khalifah dan hamba Allah...kejahilan arah tuju kehidupannya di akhirat...


7. Penentang ( خصيم )

أَوَلَمْ يَرَ الْإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ} [يس: 77]

Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penentang yang nyata!

Yaa Siin : 77

Memang manusia bersifat penentang....kerana tidak sedar dirinya yang berasal dari air yang hina. Nafsunya menjadikan ia mahukan segala kehendaknya diikuti. Biar pun bertentangan dengan peraturan, kehendak dan ketentuan Penciptanya...


8. Gopoh tergesa-gesa ( عجول )

خُلِقَ الْإِنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ سَأُرِيكُمْ آَيَاتِي فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ [الأنبياء: 37]

Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perIihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.

Al Anbiyaa' : 37
Dijadikan manusia dengan tabiat tergesa-gesa dalam mahukan sesuatu..untuk melihat hasil. Sebagaimana seorang yang beribadat bila mana tidak dapat merasai kemanisannya lantas ia bosan dan jemu ...lalu berhenti daripada ibadat itu. Tergesa-gesa sering menatijahkan hasil yang negatif dalam banyak perkara.


وَيَدْعُ الْإِنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءَهُ بِالْخَيْرِ وَكَانَ الْإِنْسَانُ عَجُولًا  [الإسراء: 11]


Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.

Al Israa' : 11



{وَلَوْ يُعَجِّلُ اللَّهُ لِلنَّاسِ الشَّرَّ اسْتِعْجَالَهُمْ بِالْخَيْرِ لَقُضِيَ إِلَيْهِمْ أَجَلُهُمْ ..} [يونس:11]

Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka.

Yunus : 11

9. Kedekut  ( قتور )

قُلْ لَوْ أَنْتُمْ تَمْلِكُونَ خَزَائِنَ رَحْمَةِ رَبِّي إِذًا لَأَمْسَكْتُمْ خَشْيَةَ الْإِنْفَاقِ وَكَانَ الْإِنْسَانُ قَتُورًا   [الإسراء: 100]

Katakanlah: "Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya". Dan adalah manusia itu sangat kikir.

Al Isra ' : 100


Manusia sering terasa harta dapat mengekalkan kedudukannya sehingga dia bakhil dan kedekut untuk membelanjakan hartanya untuk mendapat keredhaan Allah. Biar pun ia memiliki kekayaan yang melimpah ruah... Ia sering terputus hatinya daripada mengingati bahawa harta itu datangnya dari Dia...

يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ ﴿٣﴾ [ الهمزة : 3]

dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya,

Al Humazah : 3


10. Membantah   ( جدل )

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِي هَذَا الْقُرْآَنِ لِلنَّاسِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ وَكَانَ الْإِنْسَانُ أَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلًا [الكهف: 54]

Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Quran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.

Al Kahfi : 54

عَنْ عَلِيُّ بْنُ حُسَيْنٍ أَنَّ حُسَيْنَ بْنَ عَلِيٍّ أَخْبَرَهُ: أَنَّ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ أَخْبَرَهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ 
 طَرَقَهُ وَفَاطِمَةَ بِنْتَ النَّبِيِّ  لَيْلَةً، فَقَالَ "أَلَا تُصَلِّيَانِ؟"، فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَنْفُسُنَا بِيَدِ اللَّهِ فَإِذَا شَاءَ أَنْ يَبْعَثَنَا بَعَثَنَا، فَانْصَرَفَ حِينَ قُلْنَا ذَلِكَ وَلَمْ يَرْجِعْ إِلَيَّ شَيْئًا ثُمَّ سَمِعْتُهُ وَهُوَ مُوَلٍّ يَضْرِبُ فَخِذَهُ وَهُوَ يَقُولُ {وَكَانَ الْإِنْسَانُ أَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلًا}[متفق عليه]
Saidina Husein bin Ali menceritakan bahawa Saidina 'Ali bin Abu Tholib radliallahu 'anhu menceritakan kepadanya bahwa pada suatu malam Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membangunkan dia dan Fathimah putri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu berkata: Mengapa kalian tidak shalat malam? Maka aku (Ali) menjawab: Wahai Rasulullah, jiwa-jiwa kami ada di tangan Allah, jika Dia menghendaki membangunkan kami pasti kami akan bangun juga. Maka Beliau shallallahu 'alaihi wasallam berpaling pergi ketika kami mengatakan seperti itu dan Beliau tidak berkata sepatah katapun. Kemudian aku mendengar ketika Beliau pergi sambil memukul pahanya berkata: Memang manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah. (QS Al Kahfi: 54)

Perangai membantah sering menjadikan manusia akhirnya melawan hukum dan ketentuan Ilahi....



Di antara  sifat perangai nafsu manusia lagi ...

11. Sombong متكبر

فَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ ضُرٌّ دَعَانَا ثُمَّ إِذَا خَوَّلْنَاهُ نِعْمَةً مِنَّا قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ بَلْ هِيَ فِتْنَةٌ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ   [الزمر: 49]
Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata: "Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku". Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui.

AZ Zumar : 49

Takabbur sombong angkuh adalah di antara kerosakan perangai perilaku manusia yang paling asas. Dia sering melihat dirinya pada sisi keelokan dirinya semata-mata. Bila diberikan suatu nikmat, dia berasa itu tanda kemuliaan dirinya sehingga dia lupa diri .

.
12. Was-was موسوس

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ  [ق: 16]

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,

Qaaf : 16


عَنْ أَنَسٍ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ  قَالَ "لَمَّا صَوَّرَ اللَّهُ آدَمَ فِي الْجَنَّةِ تَرَكَهُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَتْرُكَهُ فَجَعَلَ إِبْلِيسُ يُطِيفُ بِهِ يَنْظُرُ مَا هُوَ فَلَمَّا رَآهُ أَجْوَفَ عَرَفَ أَنَّهُ خُلِقَ خَلْقًا لَا يَتَمَالَكُ" [صحيح مسلم]

Daripada Anas RA bahawasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: Setelah membentuk tubuh Adam alaihi salam, Allah Subhanahu wa Ta'ala pun membiarkannya di syurga sesuai dengan kehendak-Nya. Tak lama kemudian, iblis datang mengitari tubuh Adam sambil mengamati. Setelah mengetahui bahwasanya tubuh Adam itu mempunyai rongga, maka lblis pun mengerti bahwasanya Adam diciptakan dalam keadaan yang tidak dapat mengendalikan dirinya sendiri.

HR Muslim

Maka tidak hairanlah syaitan begitu mudah menguasai batin diri manusia dengan dibisikkan was-was yang berbagai-bagai rupa...mengganggu ibadah.. menimbulkan keraguan hati manusia terhadap agama sehingga manusia tertipu dengan was-was syaitan.

13. Kelu kesah هلوع

إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا (19)إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا (20) وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعً (21)[المعارج: 19,21]

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. (19) Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,(20) dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,(21)

Al Ma'arij : 19-21

Keluh kesah jiwa manusia menjadikan dia tidak sabar dalam mengharungi musibah yang diuji kepadanya. Tapi bila diberi kesenangan dia begitu bakhil dan kedekut. Juga menjadikannya sangat gila dan gelojoh terhadap kebendaan.

 عن كعب بن مالك قال: قال رسول الله 
 "ما ذئبان جائعان أرسلا في غنم بأفسد لها من حرص المرء على المال والشرف لدينه" [رواه الترمذي وصححه الألباني] 

Daripada Ka'ab bin Malik berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: Dua serigala lapar yang dilepas menyerang sekawanan kambing, kerosakan yang dilakukannya itu tidak melebihi cita-cita seseorang manusia untuk memperoleh harta dan kemuliaan yang merosak agamanya.

HR Tirmizi

Jiwa manusia yang sering keluh kesah juga menjadikannya tidak bertahan dalam melakukan ketaatan dalam beribadat. Cepat bosan dan jemu sehingga mudah berpaling kembali ke lembah maksiat dan mungkar.

14. Cenderung kepada kejahatan فجور

بَلْ يُرِيدُ الْإِنْسَانُ لِيَفْجُرَ أَمَامَهُ (5) يَسْأَلُ أَيَّانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ(6)
 [القيامة: 5,6]

Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus.(5) Ia berkata: "Bilakah hari kiamat itu?"(6)

Al Qiyamah : 5-6

Nafsu manusia memang cenderung kepada kejahatan kecuali dapat rahmat bimbingan daripada Allah ta'ala.

إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ۚ   يوسف : 53
sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. 

Yusuf : 53


15. Tertipu مغرور

Nafsu diri manusia mudah tertipu..

يقول الله تعالى {يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ} [الإنفطار: 6]
Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah.

Al Infithar : 6

..keinginan yang berbagai sering menjadikan manusia tertipu dengan perhiasan dunia

 يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِي وَيُنذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَـٰذَا ۚ قَالُوا شَهِدْنَا عَلَىٰ أَنفُسِنَا ۖ وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَشَهِدُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا كَافِرِينَ ﴿١٣٠﴾  الأنعام : 130

Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayat-Ku dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: "Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri", kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.
 
, 
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu lapang ”. 

HR. Bukhari no. 6412


Di antara  sifat perangai nafsu manusia lagi ...


16. Celaka   ( شقي )



فَقُلْنَا يَا آَدَمُ إِنَّ هَذَا عَدُوٌّ لَكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقَى  [طه: 117]

Maka Kami berkata: "Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.

Thahaa : 117


Namun manusia sering tewas dek sebab nafsunya yang ada kerana terasa mahu kekal dengan kenikmatan.


فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَا آدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلَىٰ ﴿١٢٠

Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?"

Thahaa : 120


17. Melampau  ( طاغية )

 كَلَّا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَيَطْغَى (*) أَنْ رَآَهُ اسْتَغْنَى     [العلق: 6,7]


Manusia dek sebab kejahilannya dan kezaliman dirinya menjadikan dirinya bertindak melampaui batas-batas Tuhannya Rabbil 'Izzati. Ia lupa bahawa ia akan kembali kepada Allah di akhirat nanti..


18. Banyak lupa  ( كثير النسيان )

 وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الْإِنْسَانُ وَأَنَّى لَهُ الذِّكْرَى   [الفجر: 23]

Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.

Al Fajr : 23 

Banyak lupa adalah sifat asasi manusia. Lupa dan lalai perintah dan suruhan Allah sehingga menjadikannya cuai dan menyeleweng dari jalan hidayatNya...

Kata-kata penyair arab :


  • وَمَا سُمِّيَ الإنْسَانُ إِلا لِنَسْيِهِ * وَ سُمِّيَ القلبُ لأنه يتقلَبُ
    # Tidak dinamakan insan melainkan kerana sifat lupanya,

    # Dan dinamakan hati qalbu kerana ia berubah- ubah

.. kelupaan, kelalaian, kecuaian.. menjadi tabiat berterusan kepada manusia yang bakal menjejaskan kesenangan hidupnya di akhirat

وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ إِذْ قُضِيَ الْأَمْرُ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ وَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ   [مريم: 39]

Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman.

Maryam : 39


19. Engkar tidak bersyukur   ( كنود )

إِنَّ الْإِنْسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ   [العاديــات: 6]

Sesungguhnya manusia itu sangat engkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,

Al 'Adiyat : 6

 Makna “al kanud” adalah al kafur, iaitu mengingkari nikmat Rabbnya.
Al Hasan Al Bashri mengatakan,
هو الذي يعد المصائب، وينسى نعم ربه
“Manusia itu terus menghitung-hitung musibah. Namun melupakan betapa banyak nikmat yang telah Rabbnya beri.” 
(Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 7: 634).


20. Rugi  ( خاسر )

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2)  [العصر: 1,2]

Demi masa (1) Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,(2)

Al 'Asr : 1-2


Manusia sentiasa dalam kerugian...biar pun dia punya harta, pangkat, kedudukan dan berbagai lagi melainkan ia memiliki 3 syarat kemenangan dan keuntungan dalam kehidupan dunia iaitu ILMU, AMAL dan DAKWAH ILA ALLAH ....

إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
 [العصر: 3]

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Al Asr : 3


Justeru....kenalilah dirimu sendiri wahai manusia semoga engkau akan semakin kuat hubungan dan pergantunganmu kepadaNya....



ABi

Friday, February 27, 2015

PEDOMAN KEPADA PARA DA'IE

Pedoman buat para pendakwah...di sepanjang liku jalan dakwah...


وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّـهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ ﴿٣٣ وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۚ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ ﴿٣٤ وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ ﴿٣٥ وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّـهِ ۖ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ﴿٣٦

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?"(33) Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.(34) Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.(35) Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(36)

Fussilat : 33 - 36

Inilah satu jalan dakwah dan pedoman akhlaq para pendakwah... yang amat tinggi nilai kemuliaan dan keluhuran budinya. Bersumber dari langit yang tinggi dan bukan dari kerendahan nafsu serta kejahilan manusia.

Da'ie ..setiap kata-katanya adalah dakwah..yang terisi dengan ruh, ilmu dan keikhlasan. Akhlaq dan amalannya juga adalah dakwah dan qudwah kepada manusia.

Sabda Ar Rasul SAW :

خياركم من ذكركم بالله رؤيته وزاد في علمكم منطقه ورغبكم في الآخرة عمله 
أخرجه الحكيم 

" Sebaik-baik kamu ialah seorang yang bila melihatnya mengingatkan kamu pada Allah, kata-katanya menambah ilmu kamu dan amalannya menambah cenderung mu pada akhirat".

HR Hakim

Ibnu Kathir mentafsirkan keperibadian seorang pendakwah itu dengan katanya: 

وهو في نفسه مهتد فنفعه لنفسه ولغيره، وليس هو من الذين يأمرون بالمعروف ولا يأتونه، بل يأتمر بالخير ويترك الشر، وهذه عامة في كل من دعا إلى خير، وهو في نفسه مهتد

Dia seorang yang mendapat petunjuk, memanfaatkan petunjuk itu untuk dirinya dan kepada yang lain, dia bukanlah di kalangan mereka yang menyuruh dengan perkara makruf tetapi tidak mengamalkannya, bahkan sentiasa menyuruh dengan kebaikan dan meninggalkan keburukan, dan ini pengajarannya umum untuk setiap orang yang menyeru kepada kebaikan, dan dia mendapat petunjuk.( Tafsir Al 'Azim Ibnu Kathir )

Menurut Dr Wahbah Zuhaili dalam Tafsir Al Munir, ayat 34 itu diturunkan kepada Abu Sufyan bin Harb, suatu masa dia seorang musuh yang suka menyakiti Rasulullah SAW, lalu ia menjadi penolong yang mulia.
Diriwayatkan juga ayat itu diturunkan pada Abu Jahal, dia seorang yang sentiasa menyakiti Nabi SAW, namun Nabi SAW diperintahkan agar memaafkannya.

Memanglah jalan dakwah dipenuhi dengan ranjau dan kesusahan, sikap permusuhan dan ancaman dari berbagai bentuk perangai manusia yang merupakan mad'un kepada para da'ie. Apa yang perlu dilakukan oleh da'ie ialah memakai pedoman akhlaq yang dititipkan oleh Allah SWT...Yang Maha Penyantun (Al Hilm ).. Lagi Maha Lembut ( Al Latif ) ...


Menurut Ibnu Abbas RA : 

Allah SWT memerintahkan orang-orang yang beriman dengan bersabar ketika berhadapan kemarahan, lemah lembut berhadapan kejahilan, kemaafan terhadap kejahatan. Apabila mereka melakukan yang demikian, nescaya Allah akan melindungi mereka daripada syaitan, dan Dia akan menundukkan musuh mereka seolah-olah kawan yang setia ".

Da'ie menyeru manusia kepada Allah Azza wa Jalla dan kepada agamaNya yang suci.. Maka para da'ie mestilah menjauhkan dakwahnya dari penguasaan nafsu, emosi, kebencian, permusuhan yang hanya menjauhkan manusia dari jalan Allah ...

Berdepan dengan permusuhan syaitan manusia, Allah ta'ala memerintahkan agar menolaknya dengan cara ihsan, agar dapat dikembalikan ke jalan yang benar. namun berdepan dengan permusuhan berpanjangan dari syaitan dari jenis jin, tiada jalan lain melainkan berta'awwuz iaitu berlindung dengan pertolonganNya jua.

Justeru..asuh dan didiklah dirimu wahai para pendakwah dengan pakaian akhlaq yang mulia demi perjuangan dakwah yang penuh berliku ini.


ABi