Wednesday, June 16, 2010

Satu Kisah Perjuangan Yang Menarik...

The Legend Of Wong Fei HungE-mail
Written by isytech
Friday, 26 March 2010 01:26 | Dibaca: 212 kali.

wongsmall.jpgSelama ini, kita hanya mengenal kisah Wong Fei Hung
sebagai jagoan Kung Fu dalam film Once Upon A
Time In China. Dalam film itu, karakter kisah Wong
Fei Hung di perankan oleh aktor terkenal Hong Kong,
Jet Li. Namun, siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?
Wong Fei Hung adalah seorang ulama, ahli pengobatan, dan ahli beladiri legendaris yang
namanya ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah China. Wong Fei Hung
di lahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat.
Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama arab, Fais.
Sementara nama Hung juga merupakan dialek Canton untuk menyebut nama arab, Hussein.
Jadi, bila dibahasa arab kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong. Ayahnya Wong Kay Ying
adalah seorang ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan
tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (Wu Shu/Kung Fu). Ayahnya memiliki
sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton, ibukota Guandong. Wong Kay Ying
merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu Wu Shu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu bela diri
Wong Kay Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari sepuluh Macan Kwantung. Posisi
Macan Kwantung ini dikemudian hari diwariskan kepada Wong Fei Hung.

Pasien klinik keluarga Wong yang meminta pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin
yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, keluarga Wong tetap membantu
setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu
dalam membantu, tanpa mempedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih. Secara
rahasia, keluarga Wong terlibat aktif gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti
Ch’ing yang korup dan penindas. Dinasti Ch’ing merupakan dinasti yang merubuhkan Dinasti
Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan dikenal sebagai satu-satunya dinasti kaisar
Cina yang anggota keluarganya banyak memeluk agama Islam.Wong Fei Hung mulai mengasah
bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya.
Luk Ah Choi inilah yang mengajarkannya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung
sukses melahirkan jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris.

Setelah berguru pada Luk Ah Choi, Wong Fei Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri pada
awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan ahli bela diri terkemuka. Bahkan
ia berhasil mengembangkan menjadi lebih maju. Kemampuan bela dirinya semakin sulit ditandingi
ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien, yang dinamakan jurus
Cakaran Macan dan jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei
Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah
menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan
hanya memgang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan
kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan
mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah Subhanahu wa Ta’ala banyak mengujinya dengan berbagai
cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton.
Wong Fei Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah
istri ke-3 nya wafat, Wong Fei Hung memutuskan untuk hidup sendirian sampai ia kemudian
bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang juga ahli bela diri. Mok Gwai Lan
ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri
pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.

Pada tahun 1924 Wong Fei Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina khususnya
di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustadh’afiin
(tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun
orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian
yang ia miliki. Wong Fei Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya
sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang
muslim selain mati syahid. Semoga semua amal ibadahnya diterima di sisi Allah Subhanahu
wa Ta’ala dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup
setelahnya. Amiin.
By : UQy Al-Kaline
Aliyah Generations


5 comments:

محمد حذوان بن حميدان said...

perkongsian yg mntap..moga ia dpt membuka mata hati pembaca..amin (^_^)

.:: Imran ::. said...

Salam Abi....
Minta izin nak copy ke blog saya boleh???

ABi said...

boleh aje

Khadijah Abdullah said...

Ya Allah ,Engkau rahmatilah hamba mu yang Engkau telah muliakan dengan cahaya Iman.Tak sangka beliau adalah seorang Muslim! Berlinang airmata saya, bukan kerana sedih, tetapi gembira dapat tahu kebenaran! nanti saya akan tunjukkan kepada suami saya! Dia pun keturunan Cina, tapi tak tau pasal kesah pahalawan ini!!! Dan saya minta izin untuk kopi di blog saya, bolehke?

NOR NAJWA MOHAMED said...

salam abi sy mtk izin copy yer.=)