Monday, October 20, 2014

JIWA KUAT 5

Jiwa kuat 5

Jiwa manusia jadi kuat ... Bila HATI ...


Ada ilmu ......... yang bermanfaat ( العلم النافع )...yang benar ( العلم الحق ) ....


(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.(9)

Az Zumar : 9


niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(11)

Al Mujadalah: 11

Akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.(79)

Ali 'Imran :79

Sabda Rasulullah SAW 

العلم علمان :

فعلم في القلب فذالك هو العلم النافع ؛ وعلم على اللسان فذالك حجة الله على ابن آدم


` Ilmu itu ada dua jenis : Ilmu yang ada dalam hati ( disertakan amal ), maka itulah yang bermanfaat; dan ilmu (yang hanya) berada di atas lidah ( tanpa diamal), maka itulah ilmu (yang menjadi) hujjah Allah (untuk mendakwa kesalahan) terhadap anak Adam.’


Riwayat Ibnu Syaibah ddan Al Khatib


Kata Imam Ghazali RahimahulLah Ta’ala :

نقلاً من كتاب ( بداية الهداية ) للإمام الغزالي

والعلم النافع
هو ما يزيد في خوفك من الله تعالى، ويزيد في بصيرتك بعيوب نفسك، ويزيد في معرفتك بعبادة ربك، ويقلل من رغبتك في الدنيا، ويزيد في رغبتك فني الآخرة، ويفتح بصيرتك بآفات أعمالك حتى تحترز منها، ويطلعك على مكايد الشيطان وغروره ؛


`Ilmu yang memberi manfaat itu ialah ilmu yang menambahkan perasaan takutmu kepada Allah Ta’ala; ( ilmu ) yang menambahkan celik mata hatimu terhadap keaiban-keaiban dirimu; (ilmu) yang menambahkan ibdahmu kepada Tuhanmu ‘Azza wa Jalla dengan sebab makrifatmu kepadaNya; (ilmu) yang mengurangkan gemar kasihmu kepada dunia; (ilmu) yang menambahkan gemar kasihmu kepada akhirat; (ilmu) yang membukakan pandangan mata hatimu terhadap kebinasaan-kebinasaan segala amalmu sehingga kamu dapat memeliharakan dirimu daripadanya; (ilmu) yang menampakkan kepada kamu segala perdayaan syaithan dan tipuannya’.

Kehebatan dan kekuatan ilmu yang benar membuahkan makrifat, khauf, membuka pandangan mata hati ( 'ainul basyirah) , menguja amalan, memperlihatkan hakikat hidup dunia dan akhirat serta memelihara diri dan berhati-hati terhadap tipu daya syaitan. 

Inilah kebaikan-kebaikan yang akan muncul dalam diri seorang hamba bila Alla 'Azza wa Jalla mengkehendakinya.

من يرد الله به خيراً يفقهه في الدين       رواه بخاري

Siapa yang Allah kehendaki kebaikan pada dirinya, maka Dia akan fahamkannya dengan agamaNya.

HR Bukhari

Justeru, mana mungkin seorang yang ikhlas dalam berilmu dan bermujahadah dan beramal dengan ilmu yang benar akan jadi lemah jiwanya, cepat tumbang dalam perjuangan dan tersasar dari landasan Islam dan perjuangannya.

JIWA KUAT 4

Jiwa kuat 4

Jiwa manusia jadi kuat ....bila HATI..

Ada ketaqwaan ........

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ﴿١٠٢﴾

“Hai orang-orang beriman bertaqwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa.” 

Ali Imran: 102

Perintah bertaqwa adalah perintah yang mestilah dijunjung oleh mereka yang beriman kerana taqwa membentuk dan mencorak keseluruhan hidup dalam melaksanakan seluruh perintah Allah ta'ala dan meninggalkan seluruh laranganNya.

قال الغزالي في البداية الهداية :

والتقوى، عبارة عن امتثال أوامر الله تعالى، واجتناب نواهيه

Kata Imam Al Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah :

" Bermula taqwa itu ialah satu ibarat dalam menjunjung seluruh perintah-perintah Allah dan menjauhi seluruh larangan-laranganNya."

Taqwa satu kekuatan yang menarik pertolongan dan rezki dari Allah dalam keadaan yang tidak disangka-sangka.

وَمَن يَتَّقِ اللَّـهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا ﴿٢﴾ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ ... ﴿٣﴾

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar(2) 
Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya..(3)

At Thalaq : 2-3

Kekuatan taqwa menjadi kekuatan sebenar para penolong agama Allah dalam menghadapi mehnah dan tribulasi hidup dan perjuangan.

أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ .الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ


Ingatlah sesungguhnya para penolong agama Allah tiada ketakutan atas mereka dan tiada lah mereka bersedih hati , orang-orang yang beriman dan adalah mereka bertaqwa

Yunus : 62-63

Mereka yang mendapat petunjuk kemudian berusaha memelihara dan menambahkan petunjuk yang ada, maka akan diberi kekuatan taqwa dalam diri mereka

وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَآتَاهُمْ تَقْوَاهُمْ ﴿١٧﴾    محمد ١٧

Dan orang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketakwaannya.(17)

Muhammad : 17

Ketaqwaan yang menambah dan mengukuhkan ketenangan dan iltizam dalam kehidupan dan perjuangan.

فَأَنزَلَ اللَّـهُ سَكِينَتَهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَأَلْزَمَهُمْ كَلِمَةَ التَّقْوَىٰ وَكَانُوا أَحَقَّ بِهَا وَأَهْلَهَا ۚ وَكَانَ اللَّـهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا ﴿٢٦﴾   الفتح  ٢٦


..lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat-takwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(26)

Al Fath : 26

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنفِقُوا خَيْرًا لِّأَنفُسِكُمْ ۗ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ﴿١٦﴾

“Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

 At-Taghabun :16

Ketaqwaan membawa panduan dalam jiwa mukmin serta membersihkannya dari segala keburukan dan dosa.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ﴿٢٩﴾

“Hai orang-orang yang beriman, jika kalian bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan pembeza bagi kalian, menghapus kesalahan kalian dan mengampuni kalian. Dan Allah memiliki kemuliaan yang agung.”

 Al-Anfal: 29

Taqwa menarik kecintaan Allah.

بَلَى مَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ وَاتَّقَى فَإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ      آل عمران  ٧٦
(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.(76)
Ali 'Imraan : 76
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ     النحل ١٢٨
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan(128)

An Nahlu : 128

Taqwalah harga diri manusia yang jadi ukuran di sisi Allah ta'ala

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّـهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّـهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ﴿١٣
Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.(13)

Al Hujurat : 13

Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa ada yang bertanya kepada Rasulullah SAW :


 يا رَسُول اللَّهِ مَنْ أَكْرَمُ النَّاسِ؟ قَالَ: أَتْقَاهُمْ قَالُوْا: لَيْسَ عَنْ هَذَا نَسْأَلُكَ. قَالَ: فَيُوْسُفُ نَبِيُّ اللَّهِ بْنِ نَبِيِّ اللَّهِ بْنِ نَبِيِّ اللَّهِ بْنِ خَلِيْلِ اللَّهِ قَالُوا: لَيْسَ عَنْ هَذَا نَسْأَلُكَ. قَالَ: فَعَنْ مَعَادِنِ الْعَرَبِ تَسْأَلُوْنِي؟ خِيَارُهُمْ فِي الْجَاهِلِيَّةِ خِيَارُهُمْ فِي الإسْلاَمِ إِذَا فَقِهُوْا

“Ya Rasulullah, siapakah orang paling mulia?” Beliau menjawab, “Orang yang paling bertaqwa di antara mereka.” Orang itu berkata lagi, ‘Bukan tentang ini kami bertanya.’ Beliau menjawab, ‘Yusuf bin Nabi Allah bin Nabi Allah bin Khalilullah.’ Mereka bertanya, ‘Bukan tentang ini kami bertanya.’ Beliau menjawab, ‘Apakah kalian bertanya tentang kantong-kantong daerah Arab? Sebaik-baik kalian di Jahiliyah adalah yang terbaik di dalam Islam jika mereka berilmu.” 

Muttafaq 'Alaihi


Abu Sa’id RA meriwayatkan dari Rasulullah SAW:

إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌُ خَضِرَةٌ، وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيْهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُوْنَ، فَاتَّقُوْا الدَّنْيَا، وَاتَّقُوْا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيْلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ

“Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau (menyenangkan) dan Allah mengangkat kalian sebagai pimpinan di dunia. Maka Dia akan melihat apa yang kalian kerjakan. Maka bertaqwalah kalian dalam hal dunia dan bertaqwalah dalam hal wanita. Fitnah pertama yang menimpa Bani Israel adalah wanita.” 

HR Muslim

Ibnu Mas’ud meriwayatkan bahwa Nabi SAW pernah berdoa,

اَلَّلهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketaqwaan, iffah, dan kekayaan.” 

HR Muslim

 Abu Umamah Shadi bin ‘Ajlan Al-Bahili RA berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah SAW berpidato di Haji Wada’,

اِتَّقُوْا اللَّهَ وَصَلُّوْا خَمْسَكُمْ، وَصُوْمُوْا شَهْرَكُمْ، وَأَدَّوْا زَكَاةَ أَمْوَالِكُمْ، وَأَطِيْعُوا أُمَرَاءَكُمْ، تَدْخُلُوْا جَنَّةَ رَبِّكُمْ

Bertaqwalah kalian kepada Allah, shalatlah yang lima waktu, puasalah di bulan kalian, tunaikan zakat harta kalian, dan taatilah pemimpin kalian, niscaya kalian akan memasuki surga Tuhan kalian.” 

HR Tirmidzi 

اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ ، وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
“Bertaqwalah kepada Allah di mana pun engkau berada. Iringilah perbuatan buruk dengan kebaikan, maka perbuatan baik itu akan menghapuskannya, dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik

Hadis Riwayat Imam at-Tirmidzi no: 1987
عن أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ  ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " الإِسْلامُ عَلانِيَةٌ ، وَالإِيمَانُ فِي الْقَلْبِ " ، ثُمَّ يُشِيرُ بِيَدِهِ إِلَى صَدْرِهِ : " التَّقْوَى هَاهُنَا ، التَّقْوَى هَاهُنَا " .
رواه احمد
Dari Anas bin Malik ia berkata, Sabda Rasulullah SAW : " Islam terbuka ( dapat dilihat ), Iman itu di dalam hati", kemudia Rasulullah SAW menunjuk ke dadanya dan bersabda : " Taqwa itu di sini ..taqwa itu di sini ".
HR Ahmad
عَنْ أَنَسٍ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ ،فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُرِيدُ سَفَرًا فَزَوِّدْنِي ، قَالَ : (( زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى ،قَالَ :زِدْنِي ، قَالَ : وَغَفَرَ ذَنْبَكَ ، قَالَ : زِدْنِي بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي ، قَالَ : وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ))     رواه الترمذي .
Dari Anas ia berkata, telah datang kepada Nabi SAW lalu berkata " Wahai Rasulullah sesungguhnya aku ingin bermusafir maka bekalkanlah aku." Sabda Nabi SAW " Allah membekalkan engkau dengan taqwa ". Lelaki itu berkata " Tambahilah untukku ". Nabi SAW bersabda lagi " Dia mengampuni dosamu ". Lelaki itu berkata lagi " Tambahilah lagi demi bapa dan ibuku. " Nabi SAW bersabda " Allah memudahkan urusan kau di mana pun engkau berada".
HR Tirmizi

قال علي بن أبي طالب رضي الله عنه : 
Sayyidina Ali bin Talib RA berkata: 
(( التقوى هي الخوف من الجليل ، والعمل بالتنزيل ، والقناعة بالقليل ، والإستعداد ليوم الرحيل )).
Taqwa itu ialah takut kepada Allah SWT Yang Maha Agung, beramal dengan apa yang diturunkan (al-Quran), redha dengan yang sedikit, dan bersedia untuk hari kematian.

Tidak mungkin seorang mukmin yang tinggi ketaqwaannya boleh lemah jiwanya ....


JIWA KUAT 3

Jiwa kuat 3

Ada keimanan yang dinamik ( menggerak dan menjana 
perubahan diri ) ........

وَلَـٰكِنَّ اللَّـهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ ۚ أُولَـٰئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ ﴿٧﴾
..tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,(7)

Al Hujuraat : 7

Keimanan membentuk dan mencorakkan jiwa seorang mukmin bahkan menjana sikap berkonfrontasi terhadap kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan. 

Keimanan menjadikan jiwa yang kuat berpegang teguh dengan tali Allah ta'ala.

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَن يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن بِاللَّـهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّـهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ﴿٢٥٦﴾  البقرة ٢٥٦

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(256)

Al Baqarah : 256

Keimanan mengukuhkan ruh jihad dan perjuangan serta penyerahan diri padaNya.


وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَـٰذَا مَا وَعَدَنَا اللَّـهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّـهُ وَرَسُولُهُ ۚ وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا ﴿٢٢﴾

Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita". Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.(22)

Al Ahzaab : 22

Keimanan memperkukuhkan hidayat dalam jiwa mukmin.

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّـهِ ۗ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّـهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّـهُ بِكُلِّ شَيْءٍ
 عَلِيمٌ ﴿١١﴾     التغابن  ١١

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.( 11 )

At Taghabun : 11

Keimanan menjulang rasa tinggi ( الإستعلاء ) terhadap Islam dan perjuangannya.

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ ﴿١٣٩﴾  آل عمران ١٣٩

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.(139)

Ali 'Imran : 139

Keimanan menambat ketenangan dan keyakinan sehingga terpahat istiqamah dalam jiwa.

هُوَ الَّذِي أَنزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَّعَ إِيمَانِهِمْ ۗ وَلِلَّـهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّـهُ عَلِيمًا حَكِيمًا ( ٤ )  الحجرات  ٤

... Bergembiralah menjadi seorang mukmin 

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
maksud hadis :

 “Amat menghairankan sekali keadaan orang mukmin itu, sesungguhnya semua keadaannya itu adalah merupakan kebaikan baginya dan kebaikan yang sedemikian itu tidak akan ada lagi bagi seseorangpun melainkan hanya untuk orang mukmin itu belaka, iaitu apabila ia mendapatkan kelapangan hidup (kesenangan),diapun bersyukur, maka hal itu adalah kebaikan baginya,sedang apabila ia ditimpa kesukaran – yakni bencana – diapun bersabar dan hal inipun adalah merupakan kebaikan baginya.”

HR Muslim

JIWA KUAT 2

Jiwa kuat 2

Ada rasa takutkan Allah ( khauf dan khasyyah) .........

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ ثَمَرَاتٍ مُخْتَلِفاً أَلْوَانُهَا وَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ*وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَلِكَ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ [فاطر:28].

Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.(27)

Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.(28)

Faathir : 27-28

Para ahli tafsir menafsirkan makna " Hanyasanya yang takutkan Allah (ialah) mereka yang berilmu di kalangan hamba-hambaNya " hanya mereka yang benar-benar takutkan Allah iaitu mereka yang benar-benar mengenaliNya dengan pengenalan yang sebenar-benarnya.

Ibnu Katsir berkata: " Hanyasanya yang benar-benar takutkanNya ialah orang-orang yang berilmu yang sangat mengenaliNya, kerana hanya apabila makrifah terhadap Yang Maha Agong Yang Maha Sedia itu sempurna....dan ilmu tentangNya sempurna..maka ketakutan dan kegerunan terhadapNya juga besar dan banyak.."
 
Al Qurthubi menafsirkan golongan ulama' sebagai mereka yang takutkan kekuasaan Allah, maka siapa yang mengetahui bahawasanya Allah Maha Berkuasa...ia juga yakin dengan balasan seksa terhadap maksiat yang dilakukan terhadapNya.

Anas RA menyatakan siapa yang tidak takutkan Allah maka dia bukan seorang 'alim.

Mujahid berkata : " Seorang yang 'alim ialah seorang yang takutkan Allah "


 وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ ﴿٤٠﴾ فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ ﴿ ٤١﴾ 

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,(40)
maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya). (41)

An Naaziaat : 40-41   


هَـٰذَا مَا تُوعَدُونَ لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٍ ﴿٣٢﴾ مَّنْ خَشِيَ الرَّحْمَـٰنَ بِالْغَيْبِ وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُّنِيبٍ ﴿٣٣﴾

Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya) ( 33 )

( iaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat,( 34 )

Qaaf : 33-34

Khasyyah dan khauf menjadikan seorang hamba itu sentiasa kuat untuk melalui kehidupan yang pendek dan sementara di dunia dengan penuh ketaatan dan perjuangan demi kesenangan dan kebahagiaan hidup yang panjang dan tanpa penghujung di akhirat nanti.

أخرج الإمام أحمد في المسند, عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ:

((يَا رَسُولَ اللَّهِ! فِي هَذِهِ الْآيَةِ  ﴿ الَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ﴾ ( المؤمنون ٦٠ )
يَا رَسُولَ اللَّهِ! هُوَ الَّذِي يَسْرِقُ, وَيَزْنِي, وَيَشْرَبُ الْخَمْرَ, وَهُوَ يَخَافُ اللَّهَ؟ قَالَ: لَا يَا بِنْتَ أَبِي بَكْرٍ, يَا بِنْتَ الصِّدِّيقِ, وَلَكِنَّهُ الَّذِي يُصَلِّي, وَيَصُومُ, وَيَتَصَدَّقُ, وَهُوَ يُخَافُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ))

Daripada Aisyah RHA berkata ia: " Wahai Rasulullah! Dalam ayat ini ( Al Mukminun : 60 ) yang bermaksud :

Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka (60)

Orang yang mencuri, yang berzina, yang meminum arak, mereka takutkan Allah kah? ". Nabi SAW bersabda : " Tidak wahai anak perempuan Abu Bakar, Wahai anak As Siddiq, akan tetapi orang yang bersolat, berpuasa, bersedekah...dialah orang yang takutkan Allah 'Azza wa Jalla . "

Sesungguhnya khauf dan khasyyah melahirkan iltizam dengan amalan yang berterusan semata-mata kerana Allah.

JIWA KUAT 1

Jiwa kuat 1

Jiwa manusia jadi kuat .... Bila HATI ...:

Ada makrifatullah ( kenal Allah ) .......

Kenal Allah dengan aqal dan hati....bukan semata-mata dengan secara ilmiyyah - kenal sifat-sifat dan asmaullah al husna, juga merasai sentuhan dan belaian rahmatNya, menyaksikan keagungan qudrat dan iradatNya dengan hati dan perasaan sehingga membuahkan keterikatan ma'iyyatullah ( معية الله ) kebersamaan denganNya, mengikat teguh ketenangan dan istiqamah dalam jiwa seorang hamba...

الَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهْدِينِ ﴿٧٨﴾ وَالَّذِي هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِ ﴿٧٩﴾ وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ ﴿٨٠﴾ وَالَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحْيِينِ ﴿٨١﴾ وَالَّذِي أَطْمَعُ أَن يَغْفِرَ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ ﴿٨٢

(Iaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku,(78) 
dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku,(79)
dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku,(80)
dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),(81) 
dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat".(82)

As Syu'araa: 78-82

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ﴿١﴾ خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ ﴿٢﴾ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ ﴿٣﴾ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ﴿٤﴾ عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,(1)
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.(2)
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,(3)
Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,(4)
Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.(5)

Al 'Alaq : 1-5

عن أبي ذر قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إني أرى ما لا ترون وأسمع ما لا تسمعون أطت السماء وحق لها أن تئط ما فيها موضع أربع أصابع إلا وملك واضع جبهته ساجدا لله والله لو تعلمون ما أعلم لضحكتم قليلا ولبكيتم كثيرا وما تلذذتم بالنساء على الفرش ولخرجتم إلى الصعدات تجأرون إلى الله...

روى الإمام أحمد والترمذي وابن ماجه 

Daripada Abu Zar berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya aku dapat melihat apa yang kamu tidak lihat dan aku mendengar apa yang kamu tidak dengar. Langit merintih dan memang ia mempunyai hak untuk merintih. Tidak ada padanya (langit itu) walau selebar empat jari melainkan ada malaikat meletakkan dahinya sujud kepada Allah. Demi Allah! Sekiranya kamu mengetahui apa yang aku ketahui, pasti kamu akan sedikit ketawa dan banyak menangis, kamu tidak akan bersedap-sedap dengan isteri-isteri di atas ranjang dan kamu pasti akan keluar menuju ke jalan-jalan untuk tunduk memohon pertolongan kepada Allah”.

Semakin kenal Allah..semakin bertambah ibadah seorang hamba. Bila bertambah ibadah maka semakin dekat kepadaNya. Melimpah ruah lah rahmat dan kasih sayang Nya pada hamba tu lantas memperkukuhkan jiwanya .... Untuk terpilih menjadi para penolong agama Nya.

 عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إن الله تعالى قال من عادى لي وليا ، فقد آذنته بالحرب وما تقرب إلي عبدي بشيء أحب إلي مما افترضت عليه ، ولا يزال عبدي يتقرب إلي بالنوافل حتى أحبه ، فإذا أحببته ، كنت سمعه الذي يسمع به ، وبصره الذي يبصر به ، ويده التي يبطش بها ، ورجله التي يمشي بها ، ولئن سألني لأعطينه ، ولئن استعاذني لأعيذنه ، .

 رواه البخاري .

Dari Abi Hurairah RA katanya, telah bersabda Rasulullah saw : Sesungguhnya Allah swt telah berfirman:
"Barangsiapa yang menyakiti wali-Ku , maka Aku isytiharkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekati-Ku dengan suatu pekerjaan yang lebih Aku sukai daripada dia mengerjakan apa yang Aku telah fardhukan keatasnya. Dan sentiasalah hamba-Ku mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan melakukan yang sunat sehingga Aku cinta kepadanya. Maka apabila Aku telah mencintainya, adalah Aku-lah yang menjadi pendengarannya yang ia mendengar dengannya, dan penglihatannya yang ia melihat dengannya, dan tangannya yang ia tamparkan dengannya, dan kakinya yang ia berjalan dengannya; Dan sesungguhnya, jika ia meminta kepada-Ku, nescaya Aku berikan kepadanya; Dan sesunggunya, jika ia memohon perlindungan kepada-Ku nescaya Aku berikan perlindungan kepadanya."

 (Riwayat Imam Bukhari)

SIRI JIWA KUAT

Siri Jiwa Kuat ABi

Jiwa kuat 1

Jiwa manusia jadi kuat .... Bila HATI ...:

Ada makrifatullah ( kenal Allah ) .......


Jiwa kuat 2

Jiwa manusia jadi kuat .... Bila HATI ...:


Ada rasa takutkan Allah ( khauf dan khasyyah) .........


Jiwa kuat 3

Ada keimanan yang dinamik ( menggerak dan menjana 
perubahan diri ) .......


Jiwa kuat 4

Jiwa manusia jadi kuat ....bila HATI..

Ada ketaqwaan ........


Jiwa kuat 5

Jiwa manusia jadi kuat ... Bila HATI ...

Ada ilmu ......... yang bermanfaat ( العلم النافع )...yang benar ( العلم الحق ) ....


Jiwa kuat 6

Jiwa manusia jadi kuat...bila HATI ..

Ada keikhlasan dalam ubudiyyah ( pengabdian ) .......


Jiwa kuat 7

Jiwa manusia jadi kuat...bila HATI..

Ada kebersihan dan kesejahteraan hati .......


Jiwa Kuat 8

Jiwa manusia jadi kuat ....bila HATI ..

Ada hubungan dan ingatan yang kuat bersama Allah ......


Jiwa Kuat 9

Jiwa jadi kuat ...bila HATI ...

...mengerti...menyedari...dan memahami hakikat-hakikat kehidupan yang sebenar...

Jiwa Kuat 10

Jiwa manusia jadi kuat...bila HATI ..

Ada hubb ( kecintaan ) pada Allah dan RasulNya.......natijahnya pengorbanan demi merebut keredhaanNya...

Jiwa Kuat 11

Jiwa manusia jadi kuat...bila HATI ..

Ada keyakinan yang mutlak terhadap janji-janji Nya...


Jiwa Kuat 12

Ada istiqamah ....


Ingatlah...bahawa..

أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّـهِ جَمِيعًا ( kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya.....) 

Mohonlah kekuatan sungguh-sungguh dariNya...

Wallahul musta'an ( والله المستعان )

ABi





Saturday, October 18, 2014

DAKWAH ADALAH QUDWAH...TARBIYYAH ADALAH QUDWAH..

Untuk para murabbi...para da'ie...muhasabahlah diri dan perilakumu berbanding diri Murabbi Agung Al Musthopa Rasulullah SAW dalam mendidik dan mengasuh para mutarabbi mu...

At Tirmizi di dalam kitab As Syamaail meriwayatkan dari Hassan bin Ali, bahawasanya ia berkata:

«قال الحسين: سألت أبي عن سيرة النبي صلى الله عليه وسلم في جلسائه فقال: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم 
Saiyyiduna Husain bin Ali radiyallahu 'anhumma berkata : " Aku pernah bertanya kepada ayahku ( Ali bin Abi Thalib ) tentang kehidupan Rasulullah SAW di tengah-tengah para sahabat Baginda. Dia menjelaskan: " Rasulullah SAW adalah
دائم البشر 
Seorang yang berwajah ramah dan ceria

 سهل الخلق، لين الجانب
Akhlaq dan perilaku yang yang lembut

 ليس بفظ ولا غليظ ولا صخاب ولا فحاش ولا عياب ولا مشاح 
Tidak pernah membuat jahat, ucapan dan perbuatannya tidak kotor, tidak suka memprotes dan mencela orang lain, tidak berlebih-lebihan dalam memuji
 يتغافل عما لا يشتهي، 
Mudah melupakan hal-hal yang tidak berkenan di hatinya ( tidak menyimpan dendam )
ولا يؤيس منه راجيه ،
Tidak memutuskan harapan orang lain

 ولا يجيب فيه،
Berusaha membuat orang lain optimis

 قد ترك نفسه من ثلاث: المراء  والإكثار  وما لا يعنيه  ، 
Berusaha menjauhi tiga perkara: perselisihan dengan orang lain ( dalam perkataan dan harta ), boros berkata-kata dan dengan harta, menjauhi segala sesuatu yang tidak bermanfaat.

وترك الناس من ثلاث: كان لا يذم أحدا ولا يعيبه ولا يطلب عورته  ، ولا يتكلم إلا فيما رجا ثوابه
Menjauhi manusia daripada tiga perkara: mencela dan menghina orang lain, membuka aib( kejelekan ) orang lain, berbicara dengan orang lain tanpa manfaat

 وإذا تكلم أطرق جلساؤه كأنما على رؤوسهم الطير ،
Jika Baginda bersuara, para sahabat akan menundukkan kepala mereka seakan-akan di atas kepala mereka terdapat suatu beban.
 فإذا سكت تكلموا، 
Apabila Baginda diam barulah para sahabat berbicara

لا يتنازعون عنده الحديث،
Mereka tidak berselisih pandangan di hadapan Baginda

 من تكلم عنده أنصتوا له حتى يفرغ، 
Siapa pun berbicara dengan Baginda, sahabat yang lain akan diam memerhatikan hinggalah orang itu selesai berbicara

حديثهم عنده حديث أولهم، 
Baru disusuli oleh perbicaraan yang berikutnya

يضحك مما يضحكون منه 
Baginda akan tertawa hanya apabila mereka tertawa

ويتعجب مما يتعجبون منه 
Baginda mengkagumi sesuatu yang dikagumi oleh mereka

ويصبر للغريب على الجفوة في منطقة ومسألته، حتى إذا كان أصحابه ليستجلبونهم .
Baginda bersabar atas sikap kasar dan permintaan orang asing
 ( yang belum mengenali Baginda ), hingga para sahabat pun ikut memerhatikan permintaan orang asing tersebut.

«ويقول: إذا رأيتم طالب حاجة يطلبها فأرفدوه  .
 Baginda bersabda: " Apabila kamu melihat seseorang yang mencari sesuatu yang diperlukan , maka bantulah ia ".

ولا يقبل الثناء إلا من مكافىء  ، 
Baginda tidak menerima pujian atas apa yang tidak Baginda kerjakan
ولا يقطع على أحد حديثه حتى يجوز  فيقطعه بنهي أو قيام»  .
Baginda tidak suka memotong perbicaraan orang lain kecuali pada perkataan-perkataan yang tidak baik sehingga Baginda dapat mencegahnya atau Baginda terus berdiri lalu meninggalkannya.

Subhanallah...agung sungguh akhlaq dan perilaku mu wahai Kekasih Allah....

Ingatlah...
Sesungguhnya ...dakwah adalah qudwah...tarbiyyah adalah qudwah...


ABi